Enaknya sehat justru terasa saat kita sakit. True. Tapi seringkali kita mengabaikan perasaan sakit saat kita sehat.
Bayangkan bila di saat sehat kita bisa tidur nyenyak, makan enak dan bebas ngomong, tiba-tiba disaat sakit ketiga hal tersebut terganggu? Hahahaha, secara gw gitu lho…apa jadinya nggak boleh ngomong? But it happen now, tersiksa abiiiiis!
Family is your miracle
Sejak masuk ruang operasi gigi, gw sudah mulai nggak yakin melihat peralatan yang digunakan jadul banget, nggak seperti yang biasa gw temukan di klinik dokter Esti di Jakarta. Operasi sukses. Selesai operasii, menangis kesakitan karena setiap kali berusaha makan dan tidur, selalu bleeding lagi. Sesaat gw merasa salah pilih dokter karena sangat berbeda standar dengan servis yang biasa didapatkan adri Dokter Esti, tapi dokter ini sudah melakukan tugas-nya dengan baik, sakit adalah ekses yang mau nggak mau harus diterima. Syukurnya gw ada di Bandung, ada keluarga yang siap sedia menjaga gw 24 jam, bahkan di jam 3 subuh gw bleeding dan menangis kesakitan, mereka siap sedia memeluk gw.
Tidak hanya dalam kasus merasa salah pilih dokter, dalam hidup juga begitu. Keyakinan memilih sesuatu nggak hanya semata berdasar pada pertimbangan matang, tapi fate factor. Dalam kasus ini bisa jadi gw salah memilih dokter, tapi Tuhan tidak salah memilih keluarga yang terbaik buat gw. Siapa sangka dalam waktu kurang dari 24 jam seluruh keluarga bisa kumpul menemani, padahal lebaran aja belum tentu bisa ngumpul lengkap? What a miracle J
Lagi-lagi belajar sabar dan tawakal
Gw akan ingat dan simpan baik-baik rasanya sakit, untuk gw ingat ketika sehat. Reminder, bahwa menjadi sehat adalah pilihan, tergantung kita mau menjaga atau tidak.
Waktu untuk diri sendiri
I need a break, then I give myself a break. Gw berkuasa penuh atas diri gw sendiri. Break just to let things go or re-think again about anything. Manfaatkan keduanya.
Sempat chat dengan sorang teman tentang "waktu untuk diri sendiri". Quiet refresh.
Semoga break kali ini hasilnya semakin baik, karena musuh terbesar masih ada dalam diri sendiri.
So, the next question will be: Am I happy now? Are you happy now?
Save the answer in your heart and let's enjoy the ride J